Minggu, 29 Juli 2012

ga penting bikin pening

Dari postinganku sebelumnya, mungkin sudah kelihatan aku orang yang seperti apa.

Humoris? Lucu? ..Padahal aku sendiri tidak mengerti bagaimana kepribadianku.



Sejujurnya... aku capai.
Tertawa setiap mencoba menanggapi guyonan, bermuka polos saat merasa kesal, menjadwalkan berbagai hal agar aku tidak tersisihkan..

Tapi tetap saja yang kudapat hanya tatapan lewat.

Sungguh, aku tak mengerti apa salahku. Dan jika masa lalu yang menyebabkannya, aku akan benar-benar benci pada masa depan; jadi aku berdoa pada Tuhan agar aku beserta ingatanku kini dapat kembali ke masa lalu dan menjalani kehidupan keduaku. Yang tentu menjanjikan kehidupan yang lebih baik.

Aku benci pada masa lalu, terlebih karena aku tak bisa mengubahnya. Tapi itulah yang membuatku dalam keadaan ini hari ini. Musuh.. masalah... teman. Kalau aku dapat kembali ke masa lalu, akankah temanku yang sedikit tapi kusayangi ini akan terlepas dari tanganku? Tidak ada yang tahu liarnya waktu. Aku benci ketidakjelasan.

Dulu aku tidak begitu perduli untuk bersosialisasi. Tanpa aku berusaha pun mereka datang padaku. Sikap suku batak yang ramah tapi tidak munafik (kayak suku j*w*) #bukan bermaksud unsur RAS ya..
dengan begitu aku tak merasa kesepian. Hari-hari kujalani dengan sedikit sahabat terbaik dan banyak orang yang bisa kupanggil teman dengan akrab.

Ketika aku pindah ke Yogya, aku terkejut. Awal perkenalan mereka beramah-tamah. Mengulurkan tangan dan tersenyum. Aku senang tentunya. Namun ada seorang temanku yang awalnya kusenangi tapi sekarang amat sangat kubenci membuat hidupku sengsara demi keegoisannya. Kalau di Medan sih orang kayak gini pasti dihakimi di WC, dan orang lugu kayak aku diperingati untuk menjauh dari dia -blak2an-, tapi ga ngerti deh.. teman sekelasku malah cuek bebek. Barangkali seneng ada aku yang meladeni setan kecil dan mereka dapat bebas. Aku tidak bersalah, bisakah kalian selamatkan aku? Eh setelah aku selamat kenapa kalian tetap mengucilkanku? nganggep aku anak gg gaul yg gg pake BB hah!??

Kemarin aku ikut reuni kelas 10. Suwer aku dicueki abiss! palingan yang berhasil KUAJAK ngobrol itu ada 3 orang aja...

Di kelas 2 ini pun aku bertemu dengan 2 orang dari kelasku dulu. Sikap mereka padaku pun..masa bodo. Bener2 deh aku gg ngerti apa yg kalian tidak sukai dari aku???


Daftar orang yg sikapnya gaje ke aku :

- temen kelas 10 n beberapa anak gaul => jarang ngajak aku bicara dan pernah aku nguping kalau ada seseorang yang ngadu sama temennya kalo aku kayaknya benci sama dirinya. Itu bikin aku berfikir kalau wajahku nyeremin.

- adik balita  => aku ajak saliman tapi dia geleng2. Matanya mlotot. Bikin aku makin yakin wajahku serem.

- sepupu2q => seneng banget kalau lihat adekku yg SMP. Adekku diajakin main, bercanda, ketawa, kalau lewat disapa. Aku sih direspon tapi pakai wajah datar. Apa gara2 aku masih kecil sering rewel dan bikin kesel mereka yah?? Ga tau apa kalau anak kecil itu sikapnya ga make mikir? maklum dong tolong...



Semua ini.... membuatku pingin menjadi hikikomori saja. Ga tau apa artinya? Cari di mbah google yah (-w-)

Menjadi hikikomori,, aku ga perlu pening lagi harus bersikap seperti apa, ga usah planning kata-kata untuk diucapkan, ga usah merasa kesepian, ga usah galau ga punya pacar, ga usah capek ketawa buat nyenengin orang yg gg nyenengin aku..



Jangan bilang aku orang yang sakit jiwa ataupun orang yang tidak normal. Dengan semua usaha, gaya bicaraku, tertawaku, pada dasarnya aku ingin melihat semua orang tersenyum.. Tapi ntah kenapa aku tak mendapat respon. Entah karena ketidak gaulanku, gg punya hape BB, gg punya kamera SLR, gg punya barang populer, gg punya candaan yg nancep ala raditya dika, gg punya kenalan cowo yg akrab, gg tw arah jalan, gg bs pergi2 sering2, gg suka ngegosip....


WTH!!!!!

Ah.. tersenyumlah tes.. Setengah tahun..lagi.. adalah penentuan..


S


Selasa, 24 Juli 2012

Andai waktu bisa diputar X

Andai waktu bisa diputar kembali. Kalimat awalku benar-benar ingin kusesuaikan dengan judul, karena itulah perasaan yang sangat ingin kukatakan saat ini. Kata-kata yang sekedar lewat. Hanya menjadi harapan semu.

Oops lupa, aku kembaliii dari hiatus~! #udah g brtanggung jwb sma blog + pikun lagi -__-"

Uhuk2.. karena ini cerita agak suram, mari kita kembali ke bahasa formal yang bikin suasana mencekam layaknya ujian lisan dari guru yang kejam.. hadeh,, jadi inget guru kimiaku kan!? mana dapet nilai 99 lagi! aah kurang satu angka.. eh salah.. kurang banyak deh. (maksudnya 99 di BAGI 3 ..aibaibaibbaah~ (>,<"))


.....
Oke anak-anak sikap formalnya mana??? 
(anak-anak: "dihatimuuuu~~")


pinter... ekeh jadich malo3h....  aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaAach! ;-*
(anak-anak di dalam hati : "ini juga terpaksa. KKN gitoe loh..dasar guru aneh.. eh serius nih dia guru kitaa!!??")  


JDEEERRR!!!



"cemungudh cemuuah eyaadch!"



"....hiks."

(aaah shota yg baek...cup..cup..#perasaan gw jdi kayak Shinju di My Pearl Girl..kekeke....#)



Alah banyak bacot! >:-O


Ok. Masa kelas satu SMA ku adalah salah satu dari sekian hal yang ingin kuhapus. Aku tidak berniat jahat dengan bermaksud melupakan teman-temanku yang biarpun gag dekat tapi ada baeknya. Tujuan utamaku hanya satu hal. Tetapi satu hal itu menyebar bagai "nila di setitik susu" yang menghancurkan segalanya.

Kenaifanku.


Pikiran kayak Emiya Kiritsugu di awal novel Fate/Zero : 
"Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang ia inginkan"

Kemudian akhirnya...

"Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini , hanya memiliki dua alternatif. Pertolongan dan keselamatan."

 Ah aku iri padanya yang lebih dulu menyadari kebenaran dunia pahit ini.


Kupikir tidak ada orang yang sesungguhnya jahat di dunia ini makanya aku selalu berusaha untuk berpikiran positif. Bersikap baik pastinya akan meluluhkan hati siapa saja kan? Nyatanya ada saja orang yang tak tahu diri.

Anak itu. Ugh jadi kesal lagi.. anak itu mengesalkan! harusnya dia bersyukur ada yang mau menemaninya tapi kata-katanya yang tak akan pernah terlupakan :

"Kalau aku ga ada di kelas ini kamu ga ada teman yah.."


KAMU PIKIR GARA-GARA SIAPA!!!??


Kamu yang menarikku selalu di sisimu.

Kamu yang menarikku dalam dunia kelammu.

Kamu yang suka mengulang kisah kebijaksanaan. 

Kamu yang tipikal anak orang kaya.

Kamu yang memanfaatkan kata teman.

Kamu yang senang merasa berbeda dan (bodohnya) aku pernah senang bersamamu yang berbeda. Seperti telur busuk di antara telur KW Super deh!! *ah..amarah..sabar...puasa...eh ga apa deh wong lagi malem kok*smirk*


Karena kamu aku terasingkan!!

Tapi aku sadar orang macam kamu memang bawaan kepribadian jadi aku berusaha untuk tidak mendendam. Anggap saja ini adalah pelajaran agar lebih bijaksana di masa depan nanti. 

".....Pertolongan dan keselamatan."
Antara aku menolong kamu atau aku memperoleh keselamatan/kebebasan/kebahagiaan??


Aku ingin waktu bisa kembali sehingga aku menjadi orang yang lebih pintar. Boleh saja belajar dari masa lalu tapi tidak harus dari kamu kan??


nb: boneka darimu mu makin mirip voodoo doll aja.. sori EMOSI TINGKAT DEWA. Mau kukembaliin ga dikasih ijin sama adekku sih..




Senangnya udah naik ke kelas 2~! (XI IPA 3 => XI IPA 4) 

:)