Suara ribut sekacau radio rusak alunan legato. Aku menoleh kepala ke sisi kanan. Sesuatu yang membersihkan bumi turun. Hujan turun dua hari berturut2, mungkin ini ke 4 kalinya sejak aku tinggal di jogja..
Sore ini hujannya deras. Aku yang baru dari mesjid sekolah usai sholat ashar menghentikan langkah. Di dekat lab TIk, lantai dua.. aku tahu tempat tinggi identik dengan suhu dingin,tapi hujan semakin memperkuat argumen itu. Terlintas di kepalaku sebuah lagu. Utopia -Hujan..
"Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri"
Sepenggal lirik dari lagu galau itu membuatku tersenyum dan mendesah. Mengenangmu hah? Kuharap bisa, tapi aku tak punya kenangan khusus tentang dirimu main hujan. Padahal ini bisa jadi momen pas buat berkhayal ria tentangmu..
Tentang dia..
Orang yang tertinggal. Tertinggal..dimana?
Kota itu. Pacarmu. Hati. Pikiranku..??
Dipilih-dipilih~~
Semua pikiran tak penting ini usai ketika aku ingat.. aku punya kelas ekskul yang harus SEGERA kumasuki!
Gawat euyy~! (O.O")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar